

Barru — Di dalam sebuah ruangan sederhana dengan dinding yang menyimpan jejak-jejak pengabdian, sekelompok pemuda berdiri mengitari papan tulis besar yang dipenuhi dengan angka dan kolom. Suasana hening, namun penuh ambisi. Bukan ambisi mengejar nilai ujian matematika, melainkan ambisi menaklukkan target spiritual yang ambisius: menuntaskan tadarus Al-Qur’an di bulan suci.
Mereka adalah para siswa dari SMK Islam Pesantren Alam Indonesia (PAI). Di bawah temaram lampu ruangan, para siswa ini terlihat tekun memantau progres hafalan dan bacaan mereka. Papan tulis yang tajuknya berbunyi “Target Harian” menjadi saksi bisu perjuangan mereka mengejar target 3 juz per hari. Sebuah angka yang menantang, namun dijalan dengan penuh khidmat selama 10 hari berturut-turut.
Kegiatan ini bukanlah sekadar aktivitas rutin pesantren. Gerakan ini merupakan pengejawantahan dari program Ramadhan Andalan Mengaji (RAM) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini bertujuan untuk memperkuat literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar, sekaligus membangun benteng karakter di tengah arus modernisasi yang kian deras.
“Kami tidak hanya ingin mereka sekadar membaca, tapi juga membangun kedekatan emosional dengan kitab suci,” ujar salah satu pengajar di sela-sela pemantauan. Dengan sarung dan peci yang melekat, para siswa ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di SMK Islam PAI tidak hanya bicara soal keterampilan teknis, tetapi juga kematangan spiritual

Potret yang tertangkap menunjukkan dinamika khas pesantren, beberapa siswa tampak berdiskusi di depan papan progres, sementara yang lain menunggu giliran dengan sabar. Ada semacam kompetisi positif yang terbangun—bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk saling memacu dalam kebaikan (fastabiqul khairat).
Melalui RAM, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap atmosfer religius ini tidak hanya berhenti di dinding sekolah atau pesantren, tetapi mampu bertransformasi menjadi identitas baru bagi generasi muda Sulawesi Selatan yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara iman. Di SMK Islam Pesantren Alam Indonesia, target 3 juz sehari itu bukan sekadar angka di atas papan, melainkan langkah nyata memahat masa depan yang lebih bermartabat.
editor : admin