ANTARA SEDIH DAN BAHAGIA

PROFIL SANTRI PESANTREN ALAM INDONESIA: ANUGRAH
September 4, 2017
PENDIDIKAN JALUR ALTERNATIF KEJAR PAKET.
November 16, 2017
Sekitar 2 tahun yang lalu kami memberanikan diri utuk menerima santri putri. Hal ini didorong oleh banyaknya permintaan masyarakat. Ketika kami menyebarkan formulir pendaftaran secara online, ternyata ada satu formulir calon santri putri yang menarik perhatian pengelola, berasal dari Kabupaten Barru, umurnya 24 tahun dan sudah sarjana, namanya Rika Masri. Tentu saja kami heran dan bertanya-tanya apa motivasi orang ini, karen kami hanya menerima anak yang akan sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang terletak bersebelahan di depan Pesantren sambil mondok di Pesantren Alam Indonesia (PAI). Karena kami penasaran, maka diutus seorang  ustadz untuk menemui dan mewawancarai. Sampai saat ini saya dan ustaz lainnya tidak tahu persis niat Rika mondok di PAI. Secara umum hanya kami tahu bahwa Dia ingin memperbaiki bacaan Al Qur’annya, memperdalam pelajaran agama dan memperbaiki diri. 
Kami harus mengakui bahwa PAI ini adalah pesantren yg baru tumbuh, sumberdaya terutama tenaga pengajar masih minim, kami sementara belajar, mencoba membentuk pola dan sistem khas PAI. Namun di awal berdirinya sudah harus mendapat “tantangan berat” dengan masuknya Rika. Kami harus secepatnya berbenah, memacu diri, mengantisipasi seandainya banyak “Rika” lain yg akan bergabung di PAI.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama ternyata Rika Masri sudah bisa menyesuaikan diri dengan “irama” Pesantren, bacaannya maju pesat. Seiring waktu statusnya berubah dari santri menjadi Santri plus Pembina. Menjadi tempat curhat santri putri, menjadi panutan, membimbing adik-adiknya yg masih “cengeng” dan sering minta pulang. Bersama adik2nya merawat tanaman, membantu di dapur dll.
Kegiatan Rika Masri sebagai Reseptionist 
Rupanya semasa kuliah Kak Rika aktif di organisasi kemahasiswaan, ramah, lincah, supel dalam bergaul sehingga kami mempercayakan kepada Kak Rika untuk mengelola Kawasan Wisata PAI. Jika ada yang pernah reservasi untuk nginap di PAI, maka Kak Rika inilah yg menerima telephon, mengatur waktu, mempersiapkan penginapan dan konsumsi. 
Apa kontribusi Kak Rika terhadap PAI ?, tentu banyak. Tetapi yang terpenting adalah bahwa Kak Rika menginspirasi banyak orang untuk selalu MERASA DIRI kurang dalam agama, bacaan Al Qur’an belum beres, Hafalan belum ada. Ada keinginan yang kuat untuk MEMPERBAIKI DIRI, meluruskan bacaan, Tahsin bila perlu Tahfidz. Sejak keberadaan Kak Rika di PAI kami dan banyak orang semakin menyadari bahwa umur dan status kesarjanaan bukanlah halangan utk nyantri. Program Tahsin, Hadidz dan seterusnya tidak memandang umur dan status. 
Saat ini di PAI banyak kategori dan latar belakang orang yang nyantri. Ada mahasiswa UIN semester akhir nyantri, sambil menyusun skripsi. Ada yang tamat SMA nyantri 1 thn utk persiapan masuk Perguruan Tinggi, ada yang mahasiswa semester akhir cuti akademik, ada yang sudah punya hafalan beberapa juz tetapi ingin memantapkan bacaannya di PAI, dll. Kami memprediksi akan banyak lagi “Rika” lain yg akan menyusul. 
Ketika kami mendengar Kak Rika ada yg lamar, tentu saja saya, pengelola dan santri lainnya sedih dan merasa kehilangan. Namun hari ini kami keluarga besar PAI menyaksikan kak Rika duduk di pelaminan bersama pujaan hatinya, tentu saja kami semua sangat berbahagia. Inilah buah perjuangan kita semua. Kak Rika telah menemukan jodohnya. Semoga keberadaanya di PAI menjadi bekal untuk mengarungi bahtera kehidupannya. Selamat menempuh hidup baru, kami hanya mampu berdoa semoga Kak Rika berbahagia, membina keluarga Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah. Amin
Pimpinan pondok PAI
dr. Hisbullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Whatsapp